Tag: paschasiushosti
-
Panduan Layanan Kependudukan (Seri Tanya Jawab 5)
oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji Administrasi kependudukan bukan hanya soal dokumen, tetapi juga kepastian hukum dan pengakuan negara. Di bagian kelima dari seri Tanya Jawab ini, kita akan membahas tiga layanan penting: pencatatan perceraian, pengakuan dan pengesahan anak, serta pencatatan perubahan nama. Semua proses ini memiliki dasar hukum, syarat, dan prosedur yang wajib diketahui agar…
-
Seputar Perjanjian Dwi-Kewarganegaraan RI–RRT
oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji Hubungan Indonesia dengan Tiongkok pasca-kemerdekaan bukan hanya soal diplomasi, tapi juga soal identitas dan kewarganegaraan. Perbedaan asas kewarganegaraan—ius soli di Indonesia dan ius sanguinis di Tiongkok—membuat ribuan etnis Tionghoa di Indonesia. Terjebak dalam dilema: apakah mereka warga negara Indonesia, warga negara Tiongkok, atau keduanya sekaligus? Untuk menjawab persoalan itu. lahirlah Perjanjian Dwi-Kewarganegaraan tahun…
-
Dampak Perpres Nomor 10 Tahun 1959 Bagi Etnis Tionghoa
oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji Mengapa terbitnya Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 1959 dianggap sebagai “malapetaka” ? Untuk meluruskan kembali masalah kewarganegaraan sesuai dengan semangat para the Founding Fathers ketika memproklamirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka perlu diadakan kritik terhadap pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 10 tahun 1959 (Perpres Nomor 10 tahun 1959). Yang diterbitkan pada hari Senin…
-
Ketika Anak-anak ‘Bule’ Itu “Menjadi WNI”
Oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji Catatan Sembilan Belas tahun berlakunya UU No 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI. Terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Sebagai pengganti UU Kewarganegaraan yang lama Nomor 62 tahun 1958, diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi banyak orang. Kenapa? Seperti diketahui, UU Nomor 62 tahun 1958 terdapat…
-
Perkawinan Beda Agama dan Jejak Hukum Kolonial di Indonesia
oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji Ketika Harus Kawin ke Hongkong Beberapa waktu lalu saya menghadiri acara slametan perkawinan anak seorang kawan yang kebetulan tokoh nasional di daerah tanah abang. Kedua mempelai kebetulan juga beda agama. Oleh karena itu, pencatatan perkawinannya terpaksa dilakukan di Hongkong. Salah satu dari banyak negara yang menganggap perkawinan beda agama itu…
-
Kebijakan Bahasa Cina di Indonesia dari Orba sampai Reformasi
Penggunaan bahasa Cina di Indonesia pernah mengalami masa pelarangan yang cukup panjang. Sebelum akhirnya berubah arah menjadi kebijakan yang lebih terbuka. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan bahasa asing kini menjadi kebutuhan penting. Dalam dunia pendidikan, bisnis, hingga komunikasi internasional, penguasaan bahasa asing seperti bahasa Cina memberikan nilai tambah yang besar. Namun, tidak banyak…
-
Penyelesaian Masalah Kewarganegaraan di Indonesia
Sebagaimana diketahui, sejak zaman penjajahan, pemerintah Hindia-Belanda telah menggolong-golongkan masyarakat atas dasar etnis. Yaitu: etnis Eropa, etnis Timur Asing (Tionghoa, Arab, India, dsb), dan Orang Pribumi. Dalam perkembangannya, penggolongan diteruskan dalam bidang administrasi kependudukan atau catatan sipil. Lihat Akta Kelahiran Anda. Golongan Eropa–Staatblaad 1849, golongan Tionghoa–Staatblaad 1917, golongan Indonesia Non Kristen–Staatblaad 1920, dan golongan Indonesia…
-
Merunut dan Merajut Kembali Permasalahan Kewarganegaraan
Berbicara mengenai masalah kewarganegaraan, tentu mau tidak mau kita harus memperhatikan dan menghayati suasana batin para pendiri bangsa. Dalam sidangnya di Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) maupun Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sebagaimana disadari, para pendiri bangsa ini berkumpul dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan golongan. Untuk satu tujuan, yaitu mempersiapkan…
-
Kemajemukan menjadi Dasar Pembentukan Negara Bangsa
oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji “Bersinergi menuju Kearifan Bernegara”, kiranya tema tepat dalam menyikapi kondisi bangsa yang memprihatinkan ini. Dan berbicara mengenai kearifan bernegara, tentu tidak lepas dalam semangat persaudaraan dan persatuan. Yang terus menggelora sejak pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat Persaudaraan dan Solidaritas: Pondasi Awal Negara Bangsa Sejarah tersebut dimulai sejak tahun…