Kategori: Uncategorized
-
Dari Kasur ke Dunia Luar: Kursi Roda Membawa Harapan Baru
Paschasius HOSTI Prasetyadji Dunia begitu luas, bising, dan penuh warna. Namun, bagi Winarni, dunia selama bertahun-tahun terasa hanya sebesar dipan kayu tempat ia berbaring. Sejak usia sembilan bulan, sebuah kecelakaan membuat Winarni kehilangan fungsi fisiknya. Remaja putri itu kemudian tumbuh dalam keterbatasan yang sangat berat. Ia tidak dapat melihat matahari, mendengar tawa, ataupun menyampaikan rasa…
-
Takut Cerai, Pernikahan Tak Dicatat: Ketika Hak Anak Terabaikan
Paschasius HOSTI Prasetyadji Sebuah Ikatan yang Tak Tercatat: Ketika Ketakutan Mengalahkan Perlindungan Kehidupan: Pernikahan Adat yang Belum Tercatat di Negara Di sudut Parung Panjang, Kabupaten Bogor, hamparan sawah warisan leluhur menjadi saksi perjalanan hidup A Sun (50) dan Yumi (48). Empat hingga lima generasi keluarga mereka telah hidup dan merawat tanah yang sama. Tradisi etnis…
-
IKI dan KAJ Dorong Pemenuhan Hak Akta Kelahiran Anak Panti Asuhan
Paschasius HOSTI Prasetyadji Permasalahan kependudukan dan pencatatan sipil masih menjadi tantangan di Indonesia. Salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus adalah anak-anak yatim piatu dan anak terlantar. Khususnya, persoalan ini dialami oleh anak-anak yang tinggal di panti asuhan dan tidak diketahui orang tuanya. Dalam kondisi tersebut, kepemilikan akta kelahiran anak panti asuhan menjadi sangat penting. Peneliti Senior…
-
Ketika Kepedulian Memeluk Yang Lemah
Bansos Yayasan IKI untuk Masyarakat Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Disabilitas. Waktu seolah berjalan lebih lambat bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Ketika kesulitan menghantam negeri, dampaknya terasa berkali-kali lipat lebih berat bagi masyarakat kecil. Bantuan sosial Yayasan IKI hadir sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang sedang menghadapi keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan. Bagi sebagian keluarga, memenuhi…
-
1.300 KK di Cengkareng Hidup Tanpa Dokumen Kependudukan, Diduga Jadi Korban Pungli
Paschasius HOSTI Prasetyadji Sekitar 1.300 kepala keluarga (KK) di kawasan pemukiman pemulung Mangga Ubi, Kebon Sayur, dan Velbag, Cengkareng, Jakarta Barat, hidup tanpa dokumen kependudukan. Kondisi tersebut membuat mereka kesulitan mengakses berbagai layanan dasar negara. Di tengah keterbatasan ekonomi, sebagian warga juga mengaku harus mengeluarkan uang untuk memperoleh dokumen kependudukan yang semestinya diberikan secara gratis.…
-
Senyum Kebahagiaan dari Panti Asuhan: Ketika Akta Kelahiran Mengubah Takdir Anak
Paschasius HOSTI Prasetyadji Di sudut-sudut negeri yang sering luput dari pandangan, ada tangis yang tak terdengar. Tangis bayi-bayi mungil yang lahir tanpa nama, tanpa alamat, bahkan tanpa selembar dokumen yang mencatat bahwa mereka ada. Mereka adalah anak-anak yang kemudian diasuh di panti. Sebagian ditemukan terlantar, sebagian ditinggalkan orang tuanya. Bahkan sebagian lainnya lahir dalam keadaan…
-
Kisah Mastini, Warga Baduy Luar yang Akhirnya Memiliki KTP dan KK Setelah Puluhan Tahun
Paschasius HOSTI Prasetyadji Bagi sebagian orang, selembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) mungkin hanya sebuah kartu identitas yang tersimpan di dalam dompet. Namun bagi Mastini, seorang perempuan sederhana dari Desa Bojong Menteng, kawasan Baduy Luar, Kabupaten Lebak, KTP adalah simbol pengakuan negara atas keberadaan dirinya. Selama puluhan tahun, Mastini hidup tanpa dokumen kependudukan. Ia bekerja, membesarkan keluarga, dan menjalani kehidupan…
-
“Ngantenan Massal” IKI di Pecinan Kampoeng Simpak, Bogor
Oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji Angin berembus pelan dari arah kebun akasia dan jati milik negara, menyapu jalan berbatu yang tergenang air. Jalan itu seolah dibersihkan untuk menyambut rombongan harapan yang datang. Dari Jalan Raya Sidamanik, kendaraan hanya mampu melaju sekitar tiga hingga empat kilometer sebelum berhenti di dekat sekolah. Perjalanan belum selesai. Satu kilometer…
-
Akta Kelahiran Huruf Braille untuk Warga Tunanetra: Kemandirian yang Bermartabat
Oleh : Paschasius HOSTI Prasetyadji Kelahiran dan kematian merupakan bagian dari perjalanan hidup yang telah ditetapkan Tuhan. Tidak ada seorang anak pun yang menginginkan lahir dengan kondisi disabilitas. Namun, keterbatasan fisik tidak pernah mengurangi martabat seseorang sebagai manusia maupun haknya sebagai warga negara. Hal itulah yang tercermin dari semangat para penyandang tunanetra yang tinggal di…
-
Nenek Tunanetra Tanpa KTP dan KK Bertahan Hidup Bersama Cucu di Tangerang Selatan
Paschasius HOSTI Prasetyadji Tidak memiliki KTP, Kartu Keluarga (KK), maupun akta kelahiran membuat seseorang kehilangan akses terhadap berbagai layanan dasar. Kondisi itulah yang dialami Nenek Beben Saleha (63), seorang penyandang tunanetra yang tinggal bersama cucunya di Kota Tangerang Selatan. Selama bertahun-tahun, mereka hidup tanpa dokumen kependudukan sehingga kesulitan memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial. Hidup…